Mengenal Metode Dual Listing di Dunia Pasar Modal - Keuangan ZIGI.ID
Logo
NYSE
keuangan
NYSE
Photo: Michelle Young
NYSE

ZIGI – Pasar modal menjadi salah satu sumber dana yang kerap diincar oleh perusahaan untuk pengembangan bisnisnya. Umumnya, perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar modal domestik.

Namun sebenarnya, perusahaan juga dapat melakukan pencatatan saham di lebih dari satu bursa, selain bursa domestiknya atau yang lebih dikenal dengan dual listing. Lalu apa sebenarnya metode dual listing ini? Berikut penjelasannya. 

Baca Juga: Mengenal Tipe Pendanaan Startup: Seri A,B,C

Pengertian Dual Listing

Investasi
Photo : pexels.com
Investasi

Secara umum, Dual Listing adalah kegiatan pencatatan saham suatu perusahaan di lebih dari satu bursa saham, selain bursa domestik tempat perusahaan tersebut tercatat berdiri. Praktek ini cukup lazim digunakan oleh perusahaan-perusahaan di berbagai belahan dunia.

Ada beberapa sebab mengapa suatu perusahaan memutuskan untuk melakukan pencatatan di lebih dari satu bursa saham salah satunya alasan pendanaan. Perusahaan yang melakukan dual listing biasanya mengincar modal tambahan untuk menambah kemampuan produksi/kapabilitas perusahaan.

Dengan mencatatkan diri di bursa saham lain, perusahaan dapat mendapatkan investor dari berbagai negara, tak hanya dari investor domestik saja. 

Selain itu, ada manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dengan melakukan metode dual listing yaitu meningkatkan reputasi perusahaan ke level global. Peningkatan reputasi ini juga akan diiringi dengan peningkatan kredibilitas perusahaan di hadapan para investor, karena laporan keuangan akan dibuat dalam standar internasional yang terkenal cukup ketat dan tinggi, yang mengikuti kaidah Good Corporate Governance. 

Praktis, perusahaan-perusahaan tersebut menjadi lebih baik dari segi pengelolaan dan manajerial.

Perusahaan Indonesia Yang Pernah Melakukan Dual-Listing

SIM Card Telkomsel
Photo : Situs resmi Telkomsel
SIM Card Telkomsel

Ada beberapa perusahaan di Indonesia yang pernah melakukan praktik ini. Yang pertama ada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek New York (NYSE) pada tahun 1995. 

Berdasarkan pantauan di NYSE, saham Telkom dengan kode TLK diperdagangkan dengan harga US$27,39 per lotnya atau sekitar Rp 400,000. 

Perusahaan Indonesia lain yang melakukan hal serupa adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) saat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Australia (ASX) dengan kode ATM. Kini, saham ATM diperdagangkan di harga AUD 1,25 atau setara dengan Rp 12.858. 

  • Editor: Raynard Kristian Bonanio
Recommended

5 Pengakuan Kadir, Sakit Jantung hingga Jual Rumah Demi Bertahan Hidup

  • 30 Juni 2022, 14:03 WIB
Penghasilan berkurang, pelawak Kadir mengaku pernah menderita sakit jantung hingga jual berbagai aset demi bertahan hidup.

Enzy Storia Ingin Vincent Jadi Wali Nikahnya, Tuai Perdebatan

  • 30 Juni 2022, 13:16 WIB
Enzy Storia ungkapkan keinginan Vincent Rompies sebagai wali nikahnya, salah satu bentuk ungkapan sayang. Diduga salah sebut.

Kronologi Kasus Pelecehan Seks R. Kelly, Kini Divonis 30 Tahun Penjara

  • 30 Juni 2022, 12:39 WIB
R Kelly divonis 30 tahun penjara karena kasus pelecehan seksual yang juga melibatkan anak di bawah umur.

Susul Skandal Bullying, Sikap Nam Joo Hyuk Terhadap Suzy Tuai Kritik

  • 30 Juni 2022, 12:04 WIB
Susul skandal bullying, netizen menyoroti sikap Nam Joo Hyuk usai melakoni adegan ciuman dengan Suzy di drama Start Up.

Zawe Ashton, Tunangan Tom Hiddleston Hamil Anak Pertama

  • 30 Juni 2022, 11:53 WIB
Tunangan Tom Hiddleston, Zawe Ashton menghadiri premiere Mr Malcolm's List pada Rabu, 29 Juni 2022 dalam kondisi hamil.

Prilly Bangga Maxime Bouttier Main Film Hollywood, Fans Desak Balikan

  • 30 Juni 2022, 11:15 WIB
Prilly Latuconsina bereaksi saat Maxime Bouttier main film Ticket to Paradise yang dibintanginya bersama Julia Roberts.
The Latest
Jukiverse

Pionicon Bawa Jukiverse NFT Mejeng di New York

  • 29 Juni 2022, 16:32 WIB
Elon Musk

PHK Dimulai! Elon Musk Pecat 200 Karyawan Pabrik Tesla

  • 29 Juni 2022, 13:37 WIB
3AC

Perusahaan Kripto Three Arrows Gagal Bayar Utang Rp 9,9 Trilliun

  • 29 Juni 2022, 11:14 WIB
Trading

Reksadana ETF vs Reksadana Biasa, Mana Lebih Cuan?

  • 29 Juni 2022, 07:00 WIB
Bank

Tips Memilih Rekening Tabungan Agar Saldo Tidak Tergerus

  • 28 Juni 2022, 15:54 WIB
INDEKS