ZIGI – Bekerja sebagai seorang karyawan memiliki beberapa keuntungan di antaranya mendapatkan bonus tahunan. Dengan adanya bonus ini diharapkan akan membantu finansial karyawan dan memberikan motivasi semangat dalam bekerja.
Bonus tahunan diatur dalam Peraturan Presiden (PP) No. 36 Tahun 2021 tentang pengupahan. Apabila kamu adalah salah satu karyawan yang mendapatkan bonus tahunan sebaiknya tidak terburu-buru untuk menghabiskannya.
Penasihat finansial sekaligus Wakil Presiden Eksekutif CIC Wealth Management, Malcom Ethridge membagi empat macam cara untuk mengelola bonus tahunan. Bagaimana caranya? Yuk simak ulasannya di bawah ini!
Baca Juga: Mengenal dan Cara Membeli Surat Utang Negara, Investasi Minim Risiko
1. Gunakan untuk Melunasi Utang

Melansir dari Business Insider, Malcom Ethridge menyarankan untuk menggunakan bonus tahunan sebagai prioritas pertama melunasi utang. Khususnya bagi kamu yang menggunakan kartu kredit atau pinjaman pribadi lainnya.
Umumnya, pinjaman ini akan memberikan bunga lebih tinggi setiap bulannya terlebih jika kamu mengalami keterlambatan dalam pengembalian. Jika tidak segera dilunasi maka bunga itu akan membebani finansial kamu secara signifikan.
2. Simpan untuk Masa Pensiun

Bagi Gen Z atau sebagian generasi milenial tidak segera menginvestasikan uang mereka karena merasa masih muda sehingga tidak perlu memikirkan biaya pensiun. Faktanya, dana lebih yang didapatkan seperti bonus tahunan bisa disimpan untuk hari tua nanti.
Sebab tidak semua perusahaan menerapkan dana pensiun bagi karyawannya. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya menyimpan bonus tahunan untuk berjaga-jaga di masa tua nanti.
3. Investasikan pada Tujuan dan Diri Sendiri

Dari sini, penting untuk mempertimbangkan tujuan jangka panjang dan mana yang menjadi prioritas tertinggi kamu. Misalnya, jika kamu ingin membeli rumah baru dan sudah memiliki target tabungan maka manfaatkan dengan baik bonus tahunan kamu.
Namun, jika tabungan cukup hingga bisa menyekolahkan anak kamu nanti maka alokasikan sebagian bonus tahunan kamu ke rencana tabungan. Apabila keuangan kamu baik dan sudah memiliki rencana tabungan maka pertimbangkan untuk investasi.
Investasi di sini bukan sekadar menginvestasikan ke saham atau sejenisnya melainkan pada tujuan diri sendiri dan peningkatan karier. Kamu bisa menggunakan bonus tahunan kamu untuk mengikuti kelas, seminar atau workshop yang bisa meningkatkan kemampuan skill kamu dalam bekerja.
4. Belanja Secara Royal Tapi Tetap 10 Persen

Ketika menerima bonus tahunan, menjadi hal yang wajar apabila tergoda untuk berbelanja barang yang sudah lama diinginkan atau sesuatu yang menyenangkan. Penting melihat bonus tahunan sebagai bagian kompensasi totalmu dalam bekerja dibandingkan memperlakukannya sebagai ‘uang temuan’.
Pastikan kamu hanya menggunakan uang bonus tahunan kamu tidak lebih dari 10 persen. Uang itu bisa digunakan sebagai self reward atas pencapaian kamu dalam bekerja. Dengan langkah ini bisa membantu untuk memastikan kamu tetap termotivasi untuk bekerja dengan baik.
Nah, di atas empat cara yang bisa kamu lakukan untuk mengontrol bonus tahunan kamu menurut pakar finansial Malcom Ethridge. Pastikan untuk berinvetasi dan tidak lupa self reward maksimal 10 persen.
Baca Juga: 5 Tips Bangun Dana Darurat yang Ideal Menurut Kemenkeu
- Editor: Jean Ayu Karna Asmara